tulisan berjalan mengikuti kursor

Sabtu, 29 Oktober 2016

menuju natuna



Assalamu’alaikum wr.wb…

Tank Hingga Roket Tempur Disiapkan Di Natuna
 Berikut 3000 pasukan


            Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) milik TNI AD mulai berdatangan ke Natuna. Hal ini adalah untuk mendukung pelaksanaan latihan puncak Antar Kecabangan (Ancab), yang akan dilaksanakan pada minggu ketiga bulan November 2016 mendatang.
Alutsista yang sudah tiba di Natuna itu adalah Tank Leopard sebanyak 14 unit, Tank M-113 sebanyak 12 unit, meriam Caesar-155 sebanyak 2 unit, meriam 105 sebanyak 3 unit, meriam 76 sebanyak 6 pucuk, meriam Arhanud 3 unit, 2 unit roket Astros dan puluhan kendaraan angkut personil dari berbagai kesatuan TNI AD termasuk mobil tanki BBM.
"Tank Leopard rencana akan didatangkan 17 unit ke Natuna, saat ini baru tiba 14 unit, sisanya 3 unit lagi menyusul, kemudian ada lagi Tank Marder, kendaraan Anoa dan banyak lagi Alutsista milik TNI AD yang akan ambil bagian dalam latihan puncak Ancab di Natuna, " ungkap Dandim 0318 Natuna, Letkol Ucu kepada puluhan awak media di Ranai, Rabu (26/10).
            Latihan puncak Antar Kecabangan ini lanjut Letkol Ucu, akan diikuti oleh 15 cabangan di kesatuan TNI AD, seperti Infanteri, Kaveleri, Artileri, Pertahanan Udara, Zeni, Peralatan, Perhubungan, Amunisi, Perbekalan, hingga ajudan Jenderal dan fotografi serta kesehatan.
"Tiap kesatuan ini mempunyai keahlian masing-masing, dan latihan ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Dalam latihan ini semua kesatuan saling mendukung, bersinergi dan saling berkoordinasi, " sebut Dandim.
Untuk persiapan latihan Antar Kecabangan ini tambah Dandim, sudah mencapai 40 persen. Dan saat ini kata Dandim semua Alutista tersebut di kumpulkan di Teluk Button Kecamatan Bunguran Timur Laut.
"Hingga kini persiapan lapangan sekitar 40 persen. Hal ini sangat di pengaruhi oleh cuaca, sekarang kan musim hujan, sehingga sedikit agak terkendala, " sebut Dandim lagi.
Rencana awal jelas Dandim, total Alutsista yang diterjunkan mencapai ratusan unit. Sedangkan jumlah personil yang dilibatkan sekitar 3.000 personil dari 15 cabangan yang ada di TNI AD.
"Wah pokoknya bakal ramai nanti. Dan ini terbuka untuk masyarakat Natuna. Yang mau menyaksikan puncak latihan silahkan datang, pokoknya warga boleh melihat langsung, " jelas dia.
Disinggung kenapa dilakukan di Natuna, diterangkan Dandim, karena Natuna ini mempunyai nilai yang strategis dan juga untuk menunjukan ke dunia luar, jika Indonesia itu kuat dan siap mengantisipasi jika satu saat terjadi kekacauan di Laut China Selatan (LCS).
"Saya yakin nantinya akan diliput oleh media asing, ini tentunya salah satu cara kita dalam menunjukan kekuatan Indonesia ke dunia luar, jika kita kuat, " terang dia.
Sesuai rencana tutup dia, latihan Ancab TNI AD ini akan dihadiri oleh Presdien RI, Joko Widodo beserta menteri dan petinggi TNI. Selain itu seluruh Gubernur seluruh Indonesia juga akan ikut hadir.
"Insya Allah bapak Presiden akan hadir dan membuka latihan ini, juga hadir pejabat negara lainnya seperti Menteri, Panglima TNI dan pejabat tinggi lainya, termasuk seluruh gubernur se Indonesia, " tutup dia.

Wassalamu’alaikum wr.wb….

Sabtu, 22 Oktober 2016

Pembahasan Anggaran 104 Trilliun Kementerian Pertahanan dan TNI Di DPR

Oktober 14 2016.

DPR bersama pemerintah melanjutkan pembahasan rencana anggaran pada APBN 2017 untuk Kementerian Pertahanan dan TNI, yang nilainya diproyeksikan sekitar Rp104 triliun. Angka ini jauh lebih rendah ketimbang wacana dari pemerintah bahwa 1,5 persen APBN dikerahkan untuk sektor pertahanan nasional
“Sekitar Rp104 triliun,” kata Menteri Pertahanan, Ryamizad Ryacudu, di Gedung Nusantara II, Jakarta, Kamis.

Ryacudu mengatakan, fokus anggaran Kementerian Pertahanan dan TNI pagu anggaran 2017 untuk peremajaan sistem kesenjataan alias arsenal TNI yang sudah tidak layak pakai.

Dia menilai banyak arsenal TNI sudah berumur tua sehingga diperlukan pembelian baru, terkhusus pesawat tempur dan pesawat transport militer. “Penyediaan alat, penambahan alat baru. Lihat saja yang tua-tua itu, pesawat, pokoknya yang tua-tua diganti,” ujarnya.

Dia mengatakan, selain untuk peremajaan, anggaran itu akan digunakan penambahan armada di daerah perbatasan khususnya di perairan Natuna.

Kecuali itu, dia menyatakan, “Ada penambahan armada di wilayah Natuna.”

Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, yang hadir juga dalam pembahasan itu, mengatakan, pemotongan anggaran di berbagai sektor saat ini tidak mempengaruhi rencana pembelian arsenal baru di institusinya.

Sesuai RAPBN 2017, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk Kementerian Pertahanan dan TNI senilai Rp104,58 triliun.

Berlainan dengan Kepolisian Indonesia yang merupakan pos tunggal, maka anggaran negara di sektor pertahanan ini diserahkan kepada Kementerian Pertahanan yang lalu membaginya untuk keperluan Kementerian Pertahanan, Markas Besar TNI, Markas Besar TNI AL, Markas Besar TNI AU, dan Markas Besar TNI AD.

Pada sisi lain, proses pembelian arsenal dan sistem kesenjataan TNI harus patuh pada UU Nomor 16/2009 tentang Industri Pertahanan, yang di antaranya mengharuskan pelibatan industri pertahanan dalam negeri saban terjadi pembelian sistem kesenjataan yang belum bisa diproduksi di Indonesia.

Namun proses ini melalui mekanisme penunjukan langsung, bukan melalui lelang publik terbuka, yang pengawasan pemakaian dananya bisa dilakukan publik secara lebih transparan.

Dalam proses pengajuan anggaran 2017 untuk sektor pertahanan negara ini, Komisi I DPR sempat menolak karena berpatokan janji pemerintah yang akan mengusahakan anggaran Kementerian Pertahanan dan TNI sebesar 1,5 persen dari PDB, alias setara dengan Rp180-Rp200 triliun.

Perincian alokasi anggaran itu sudah dibicarakan yaitu 40 persen untuk belanja rutin, 20 persen lebih sedikit untuk belanja barang dan sisanya belanja modal.

Sebagai perbandingan, pada tahun anggaran 2015, Kementerian Pertahanan dan TNI mendapat anggaran Rp102 triliun dengan alokasi pembelian arsenal sekitar Rp40 triliun.

Sementara itu, pada 2016 pagu anggaran itu hanya Rp95 triliun namun ada penambahan anggaran senilai Rp37 triliun untuk kebutuhan kesejahteraan pegawai dan pembelian arsenal TNI.